Kamis, 24 Februari 2011

Film Hollywood beneran ditarik? ohmygod-_-

Belakangan ini marak banget berita soal bakal ditariknya Film Hollywood di Bioskop2 Indonesia. Wah buat para pecinta film pasti bakalan kecewa banget nih(termasuk gue juga sih hiks..) Padahal gue udah bikin rencana nonton film Hollywood yang bakalan tayang(NSN 3D, etc.) Bayangin aja, kalo di Bioskop ga ada pilihan film yang bagus? Bukannya ga suka sama film Indonesia sih, gue suka kok sama film Indonesia, ASAL filmnya itu bermutu dan mendidik, kalo yang kayak kebanyakan film Indonesia yang vulgar dan ngunggulin hantu doang mana demen gue-_- Semua kalangan pasar di Indonesia butuh pilihan film yang bermutu dong ya? berarti ngelanggar HAM dong kalo gitu..

Daripada gue semakin banyak ngeluh ini dia keterangan lebih lengkap mengenai di tariknya film Hollywood di Indonesia yang gue dapet dari salah satu situs.

Motion Picture Associated (MPA) mewakili sejumlah perusahan film asing Amerika sudah resmi menarik semua film asing yang beredar di bioskop-bioskop Indonesia. Film asing yang ditarik dari penayangannya bukan hanya film lama saja, tapi film yang baru beredar pun sudah ditarik.

Lalu apa sebabnya? Dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Noorca Masardi menjelaskan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh pihak MPA ini karena ada perbedaan cara pandang dengan pemerintah Indonesia dalah hal ini Dirjen Bea Cukai. MPA tidak setuju dengan kebijakan baru dari Dirjen Bea Cukai.

“Ini bukan tentang kenaikan pajak film impor, tapi yang dipermasalahkan adalah, sejak Januari 2011 ini ada aturan dan penafsiran baru Direktorat Jenderal Bea Cukai atas Peraturan tentang pajak bea masuk yang lama, yang diberlakukan per Januari 2011, yakni, bea masuk atas hak distribusi,” katanya. Menurut Noorca kebijakan ini tidak lazim dan tidak pernah ada dalam praktik film di seluruh Indonesia.

Noorca menuruturkan, yang disebut bea masuk itu hanya berlaku untuk barang masuk, dan film tidak bisa dikategorikan sebagai barang masuk. Apalagi menurutnya, sebeneranya sebagai “barang”, setiap kopi film impor yang masuk ke Indonesia, selama ini sudah dikenakan dan dibayarkan bea masuk+pph+ppn, 23,75% dari nilai barang.

“Selain itu, selama ini, Negara/Ditjen Pajak/Kemenkeu juga selalu menerima pembayaran pajak penghasilan 15% (Limabelas persen) dari hasil eksploitasi setiap film impor yang diedarkan di Indonesia. Pemda, Pemkot, Pemkab juga selalu menerima pajak tontonan dalam kisaran 10-15% untuk setiap judul film impor atau nasional sebagai Pendapatan Asli Daerah,’katanya.

Karena itulah Ditjen Bea Cukai tidak mau memahami dan menanggapi seluruh argumen penolakan dan keberatan terhadap “Bea masuk hak distribusi” yang diajukan oleh pihak MPA, Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi), Bioskop 21, maka MPA sebagai asosiasi produser film Amerika memutuskan hal ini.

“Selama ketentuan bea masuk atas hak distribusi film impor diberlakukan maka seluruh film Amerika Serikat tidak akan didistribusikan di seluruh wilayah Indonesia sejak kamis 17 Februari,” katanya. Film-film impor yang baru dan yang sudah masuk dan sudah membayar bea masuk sesuai ketentuan yang berlaku selama ini, juga tidak akan ditayangkan.

Bener ato ga nya gue selaku pasar Indonesia dan konsumen berharap banget film Hollywood ditayangin lagi di Bioskop2 Indonesia lagi.

u,u

sumber : http://www.tribunnews.com/2011/02/18/inilah-sebabnya-film-hollywood-ditarik-dari-indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar